“engga Jar, kamu
itu salah sangka!” aku
berteriak pada fajar sore itu. Bagai mana tidak? Ia menuduhku berselingkuh
dengan temannya sendiri. sudah gila orang ini.
“kamu SMS-an
sama dia itu bukan bukti? Ada foto kamu di ponsel Dika itu bukan bukti?” Fajar
tidak kalah membentakku.