Aku berjalan menuju meja rias dikamar. Aku menatap diriku. Apa yang salah dengan wajahku? Wajahku normal
seperti manusia pada umumnya.
“kau harus mulai berdandan, itu pun jika kau tidak ingin menjadi satu-satunya wanita yang tidak diliriklaki-laki” kata
Amelia siang tadi saat aku memandangi Ares, pria
yang aku kagumi sejak semester awalku.
Amelia, dia selalu cantik. Bibirnya merah jambu, matanya berwarna cantik dengan koleksi softlensnya, alisnya tebal dan terbentuk indah. Dia tak pernah absen ke kamar mandi hanya untuk memoles wajahnya.
Aku menatap diriku lagi di cermin. Kami berdua sangat berbeda. Ia benar, aku tak pernah memoles wajahku dan aku tak pernah dilirik pria.
Mataku melirik sebuah kotak berisi berbagai alat kecantikan milik Amelia yang ia tinggalkan dikamarku. Harus kah aku memulainya?
‘Drrrrtttt’ ponselku bergetar di atas meja.
Aku membuka pesan di dalamnya.
‘Zeny, kau ada acara malam ini? Aku ingin mengajak mu makan malam’ darahku berhenti mengalir, pesan itu masuk dari nomor dengan nama Ares.
Jantungku masih berdetak hebat dan tiba-tiba masuk sebuah pesan baru.
‘oh iya, aku suka kau berpenampilan casual
seperti saat kau kekampus’
Kalimatnya adalah sebuah dresscode untukku. Jika Ares menyukaiku seperti saat aku ke kampus. Haruskah aku memoles diri sekarang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar